Pengelolaan Sampah Mandiri Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan dan Mengurangi Pembuangan Sampah ke TPA

Pengelolaan Sampah Mandiri Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan dan Mengurangi Pembuangan Sampah ke TPA

Spread the love

Menjaga lingkungan tetap bersih akan memberikan beragam manfaat bagi kita dan orang-orang yang tinggal di sekitar kita
Kebersihan lingkungan harus selalu dijaga agar kita, keluarga, dan masyarakat bisa mendapatkan lingkungan yang asri dan terbebas dari penyakit mematikan.

Menjaga kebersihan dimulai dari lingkungan rumah yang memang menjadi bagian paling dekat dari kehidupan manusia. Segala rencana serta persiapan hidup untuk masa depan, senantiasa direncanakan di rumah.

Seiring majunya tingkat pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi yang bersih bebas dari sampah plastik adalah keinginan hampir semua orang.

Pola pikir masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah.

Upaya menjaga kelestarian lingkungan tersebut harus dimulai dari hal-hal kecil oleh tiap individu, antara lain dengan mengurangi sampah plastik. Pemilihan sampah secara mandiri oleh warga menjadi solusi mengurangi sampah perkotaan. Namun, membangun kesadaran tersebut butuh regulasi yang mengikat, sehingga masyarakat bersedia mengupayakan pemilahan sampah mulai dari rumah.

Pengelolaan Sampah Mandiri Sebagai Upaya Menjaga Lingkungan dan Mengurangi Pembuangan Sampah ke TPA

Hal ini telah dilakukan oleh warga Rt 12 di perumahan Tytyan Kencana Bekasi utara yang sudah memiliki pengelolaan sampah secara mandiri. Para warga sudah berperan aktif untuk menjaga lingkungan mereka dari sampah plastik dengan berpastisipasi aktif untuk memilih milih sampah organik yang dapat terurai secara alami dan sampah anorganik yang tidak dapat terurai seperti sampah plastik.

Pada umumnya proses pengelolaan sampah yang warga Rt 12 di Tytyan Kencana Bekasi di lakukan memulai dari beberapa tahapan proses, antara lain :

  1. Sampah dikelola, dipilah dan diproses tahap awal mulai dari tempat awalnya sampah yaitu lingkungan rumah tangga
  2. Pada fase awal di tingkat rumah tangga setidaknya diupayakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik dipilah serta dikumpul menurut jenisnya sehingga memungkinkan untuk didaur ulang..
  3. Tahapan selanjutnya adalah pengolahan sampah yang tidak memungkinkan untuk diolah yang produk hasil olahnya adalah kompos, bahan daur ulang dan sampah yang tidak dapat diolah lagi.
  4. Tahapan akhir adalah pengangkutan sisa akhir sampah, sampah yang tidak dapat didaur ulang atau tidak dapat dimanfaatkan lagi di TPS sekitar 10-20% sampah menuju TPA. Pada fase ini barulah proses penimbunan atau pembakaran sampah akhir dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pembakaran

Banyak hal yang bisa kita lakukan supaya lingkungan kita bisa bersih bebas dari sampah berbahaya. Prinsip 3R terdiri dari Reuse (penggunaan kembali), Reduce (mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang). 3R bisa juga diartikan dari kegiatan memisahkan sampah sesuai jenisnya.

Sebagai contoh, prinsip 3R ini dapat dijalankan dengan cara menggunakan plastik botol air mineral untuk digunakan kembali sebagai vas bunga atau hiasan dinding. Intinya, prinsip 3R ini juga mengurangi berakhirnya sampah plastik yang sulit terurai di tempat pembuangan akhir

Setiap harinya dari rumah saja bisa menghasilkan berkilo-kilo sampah. Nah, jika ingin mengurangi sampah atau membantu jalannya proses pengolahan sampah mandiri, mulailah dari sendiri untuk mengurangi sampah sesuai kemampuan.

Hal utama yang bisa dilakukan dimulai dengan mengurangi sampah makanan dengan menghabiskan seluruh makanan yang sudah diambil. Di samping itu, kurangi juga konsumsi air mineral dalam kemasan botol dan sebagai gantinya bawa saja tumbler atau botol minum sendiri.

Manfaatkan plastik yang ada tulisan sekali pakai ini untuk benda-benda lain, seperti untuk menanam bunga dan diisi dengan tanah. Dengan cara sederhana ini, dijamin jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir jadi berkurang. Peran serta masyarakat sangat penting artinya bagi peningkatkan efisiensi pengelolaan

Pengelolaan sampah mandiri merupakan aletrnatif untuk mengantisipasi hal tersebut. Minimalisasi sampah adalah tindakan yang dapat mengurangi sampah sehingga semakin sedikit sampah yang dibuang ke lingkungan.

  • Minimalisasi sampah bermanfaat untuk mengurangi biaya pengangkutan.
  • Memperpanjang umur TPSA, dan mencegah pencemaran lingkungan.
  • Selain itu sampah juga mempunyai nilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.

Di perumahan Tytyan Kencana juga didirikan WARUNG  REFILL yang menjual kebutuhan sehari hari dengan isi ulang artinya jika kita membeli, membawa wadah dari rumah atau membeli wadah yang bisa diisi ulang kembali pada saat pembelian selanjutnya.

Hal ini selain hemat juga meminimalkan sampah plastik dari kemasan produk kebutuhan sehari hari dan pastinya kita turut serta untuk menjaga lingkungan dan bumi agar selalu asri.

Beberapa hal bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik diantaranya adalah dengan cara membawa tas belanja sendiri, menggunakan peralatan makan dan minum sendiri, mendaur ulang sampah plastik dan berbagai hal lainnya yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab kita bersama. Kalau pun memang tidak mau melakukan bersih-bersih, setidaknya buanglah sampah pada tempatnya.

Kesadaran hidup bersih itu harus ditanamkan dari diri kita sendiri dulu, mari kita jaga kebersihan lingkungan, penghijauan, serta menjaga kelestarian alam agar bumi selalu hijau

 

.