Mengenal Sosok Bapak Gandi Sulistiyanto Dubes Korea Selatan

Mengenal Sosok Bapak Gandi Sulistiyanto Dubes Korea Selatan

Spread the love

Mengenal Sosok Bapak Gandi Sulistiyanto Dubes Korea Selatan

Masyarakat Indonesia sangat mengenal negeri Korea Selatan melalui drama dan film korea serta produk dari negeri ginseng yang menjamur di negara kita, sehingga budaya korea sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, tapi sesungguhnya Korea Selatan tidak melulu tentang K-Pop dan Drakor.

Masyarakat Negeri Ginseng itu memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia, ditunjang oleh sejarah panjang Korsel sebagai salah satu partner dagang utama, investasi dan kerjasama keamanan.

Indonesia dan Korea Selatan terus menjalin hubungan bilateral yang baik sejak tahun 1966 yang berarti terjalin sudah lima puluh tahun yang lalu, Kedua negara saling mengisi satu sama lain. khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Hubungan juga terjalin melalui lalu lintas manusia antarnegara, yang terjadi karena: adanya kebutuhan tenaga kerja, perkawinan antarbangsa, serta adanya kegiatan penanaman modal asing. Dengan demikian tingkat hubungan kerja sama diplomatik pun berkembang secara baik.

Presiden Joko Widodo pada hari Rabu, 17 November 2021, melantik para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBBP) untuk sejumlah negara sahabat. Sebanyak 12 duta besar LBBP menjalani prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Salah satu calon duta besar yang dilantik tersebut adalah Gandi Sulistiyanto. Pria yang akrab disapa Sulis ini akan bertugas menjadi Duta Besar LBBP RI untuk Korea Selatan. Bapak Gandi merupakan seorang profesional bisnis. Beliau menjabat managing Director Sinar Mas selama 30 tahun. Bagian dari keluarga besar Sinar Mas sejak 1992, dan telah banyak terlibat dalam berbagai kegiatan penting perusahaan.

Bapak Gandi Sulistiyanto adalah profesional bisnis, merupakan lulusan Advanced Management Program (AMP) Harvard Business School Membangun karirnya mulai dari Nol di Astra International serta semua pekerjaan pernah dilakukani, mulai dari mengangkut sparepart otomotif sampai berhasil menjadi Marketing Manager. Lalu beliau bergabung ke Sinar Mas dengan salah satu perusahaannya, PT Asuransi Jiwa Eka Life dan merasakan beragam penugasan serta posisi di sejumlah pilar usaha.

 

Selain itu beliau juga aktif di berbagai kegiatan sosial budaya. Saat awal pandemi, bersama sejumlah pengusaha di bawah KADIN dan Yayasan Buddha Tzu Chi menggalang donasi hingga Rp 600 miliar untuk penanganan pandemi.

Pada saat menjabat sebagai Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Bapak Gandi mendukung penyusunan buku Warnasari Sistem Budaya Kadipaten Pakualaman Yogyakarta yang launching Januari 2012 di Bangsal Sewatama, DI Yogyakarta, hal ini bertujuan agar generasi mendatang tahu dokumentasi dan pemakaman sejarah. Tak hanya pelestarian budaya lokal yang luhur, budaya pop pun kerap menjadi perhatiannya.

Bapak Gandi sudah memiliki program sendiri untuk 100 hari pertamanya sebagai Duta Besar diantaranya adalah berkenalan dengan personel KBRI, ITPC, dan IIPC yang total berjumlah 82 orang. Mendalami dan memahami seluruh MoU seperti special startegic partnership, IK-CEPA, JCM, DIC, RCEP, dan perjanjian lainnya, selain juga mengunjungi tokoh-tokoh diaspora dan WNI di Korea.

Korea Selatan merupakan negara maju di kawasan Asia, supaya Indonesia berada di tempat strategis di kawasan Asia. Kita harus memperkuat hubungan bilateral dengan korea selatan yang merupakan salah satu investor besar, penting dan berpengaruh di Indonesia. Pembangunan ekonomi Indonesia, terutama di bidang industri dan infrastruktur.

Untuk pengabdiannya sebagai Dubes Korea Selatan yang baru, bapak Sulis akan terus berupaya agar kerjasama Indonesia – Korea bisa diperkuat dengan membawa investor sebanyak-banyaknya. Melalui Indonesia Investment Authority (INA), investasi bisa masuk ke infrastruktur, begitu juga dengan investor lain di alat kesehatan dan obat-obatan agar negara kita tidak tergantung dengan impor.

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak produk Korea yang masuk ke Indonesia seperti skin-care, makanan, manufaktur, pakaian, dll, sebagai Dubes Korsel pak Gandi berharap neraca perdagangan Indonesia akan seimbang, produk Indonesia juga akan lebih banyak masuk ke Korea Selatan. Salah satu tugasnya sebagai Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia.

Bapak Gandi Sulis juga memiliki keinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai pasok yang andal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia.

UMKM lokal akan masuk dalam rantai pasok, hal ini telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Ambil contoh apa yang dilakukan di Korea Selatan bagaimana perusahaan besar mengkoordinir supplier-supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok.

Beliau juga memprioritaskan agar bisa bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia dan diaspora yang menetap di Korea. Meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara.

Bapak Gandi Sulistiyanto sangat bersyukur mendapat kepercayaan untuk mengabdi kepada negara setelah 39 tahun menjalani karir cemerlang di beberapa grup bisnis terkemuka. Menjadi duta besar adalah kesempatan berdarmabakti pada Negara dan ini merupakan penugasan langsung dari Bapak Presiden Joko Widodo.

Tugas sebagai Dubes Korsel merupakan kehormatan yang diberikan dan beliau akan memanfaarkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya. Dubes RI untuk Korea Selatan terdahulu adalah Umar Hadi yang banyak membuat pencapaian luar biasa. Terlebih, Umar Hadi adalah seorang diplomat karir kawakan yang memiliki pengalaman luar biasa. Bapak gandi akan melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah dirintis olehnya. Serta menambahkan kreasi kreasi baru yang akan membawa kemakmuran bagi negara Indonesia.