Maksimalkan Pencegahan DBD dengan #Ayo3MplusVaksinDBD

Beberapa minggu terakhir ini kita dihadapkan pada suhu udara dan cuaca yang tidak menentu Siang hari bisa saja matahari terasa terik, lalu hujan tiba-tiba turun dengan deras pada sore atau malam hari. Belum lagi dengan intensitas angin yang akan bertiup lebih kencang daripada biasanya.
Akibat hal ini, tubuh harus memiliki daya tahan yang optimal. Jika tidak, maka tubuh kesulitan beradaptasi dengan baik terhadap perubahan cuaca. Sehingga jadi rentan terserang penyakit.
Perubahan cuaca memang tidak bisa dihindari, namun tetap bisa diantisipasi dengan berbagai kebiasaan baik agar daya tahan tubuh tetap terjaga sehingga tidak mudah sakit.
Satu hal yang tak kalah penting di masa musim pancaroba adalah menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit demam berdarah. Demam berdarah atau demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue dapat masuk ke dalam aliran darah manusia karena dibawa oleh nyamuk aedes aegypti.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa penyakit demam berdarah sedang mengalami peningkatan termasuk di daerah sekitar rumah.
Demam berdarah merupakan penyakit berbahaya menular yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Bahaya demam berdarah dapat mengintai keselamatan jiwa jika gejalanya tak ditangani dengan segera. Itulah sebabnya kita harus konsisten melakukan tindakan preventif demam berdarah terutama menjelang musim hujan.
Genangan air yang muncul di musim hujan rentan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebar virus demam berdarah.

Alangkah lebih baik bila kita sekarang mulai melakukan beberapa cara dalam pencegahan demam berdarah, sebelum ada anggota keluarga atau bahkan kita sendiri terjangkit penyakit tersebut:
Kita bisa melakukan pencegahan Infeksi virus penyebab DBD dengan menghentikan perkembangbiakan nyamuk yang menjadi penghantar virus ini. Caranya adalah dengan langkah 3M Plus, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara teratur untuk memusnahkan jentik-jentik nyamuk.
- Menutup tempat penampungan air bersih karena nyamuk Aedes aegypti suka bertelur di genangan air bersih. Mengubur barang bekas (seperti kaleng, botol, dan wadah lainnya) yang berisiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
- Memanfaatkan kembali barang bekas atau biasa disebut daur ulang
- kegiatan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis, yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
- Bahkan kita juga dapat berkreasi sendiri dengan barang-barang bekas, misalnya membuatnya menjadi pot tanaman, tempat pensil atau masih banyak lagi sehingga bisa bermanfaat
- Plus. Kata “Plus” yang dimaksud dalam “3M Plus” adalah suatu langkah tambahan upaya pencegahan DBD agar maksimal antara lain:
Menggunakan obat anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk terutama , misalnya dalam bentuk losion anti nyamuk yang biasanya di.oleskan pada kulit anak atau bisa juga obat nyamuk semprot maupun elektrik
- Memaksimalkan Pencegahan DBD dengan melakukan Vaksinasi DBD
Pemberian vaksin DBD juga bisa mencegah infeksi virus dengue yang parah atau munculnya gejala penyakit DBD yang dapat berakibat fatal.
Selain mencegah demam berdarah dengan gejala yang parah, vaksin DBD juga mampu menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat demam berdarah, serta dikatakan dapat mengurangi perlunya rawat inap dan lamanya proses rawat inap di rumah sakit akibat DBD.
Vaksin demam berdarah dengue, menjadi kunci preventif dalam mengurangi risiko penularan dan dampak penyakit ini. Aman disuntikkan pada usia 6 sampai 45 tahun. Vaksin ini diberikan 2 dosis dengan jarak 3 bulan untuk perlindungan seumur hidup.
Untuk harga vaksin demam berdarah di Indonesia berkisar antara Rp600.000 sampai Rp1 juta. Hal itu tergantung pada Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lain yang menyediakannya.
Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus DBD yang tinggi setiap tahunnya. Hal inilah mengapa kita semua harus turut serta dalam mencegah penyakit DBD.
Berdasarkan data Kemenkes sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus dengue di Indonesia dengan 290 kematian. Di bulan Maret 2024 pun, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kabupaten Nagekeo.
Seperti yang di sampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dr Imran Pambudi diacara talkshow yang di gelar Takeda sekaligus buka puasa bersama, Media dan Blogger yang dihadiri oleh Dirjen P2P, yang menyatakan bahwa untuk mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dr Imran Pambudi juga menambahkan bahwa Implementasi pengendalian dan pencegahan harus dilakukan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Semakin banyak keluarga bergerak, maka akan membantu kita mendekati target kurang dari 10 per 10.000 penduduk,” katanya.

Di awal acara, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht memberikan sambutan dan rasa terima kasihnya karena PT Takeda Innovative Medicine (Takeda) berhasil meraih penghargaan PR Indonesia Award 2024 untuk program pencegahan dengue di Indonesia yang salah satunya dijalankan bersama Kementerian Kesehatan.
Pencapaian yang didapatkan Takeda ini menggaris bawahi dedikasi kami untuk membuat perbedaan nyata dalam kesehatan masyarakat, sesuai dengan keahlian kami. Hal ini tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya dukungan dan sambutan baik dari pihak-pihak terkait, di antaranya Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, para mitra di dunia kesehatan, komunitas, serta masyarakat umum,”
Takeda akan terus berkomitmen membantu pemerintah mencegah penularan dengue yang diwujudkan melalui Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, yang digagas oleh Kaukus Kesehatan DPR RI dan Kementerian Kesehatan.
Andreas menuturkan dalam rangka membentuk pondasi yang kuat, Takeda dan Kementerian Kesehatan menyusun program kerja bersama dan meluncurkan Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD, yang bertujuan mengajak lebih banyak masyarakat untuk semakin memahami tentang dengue beserta tindak pencegahan, termasuk memberikan edukasi seputar upaya preventif yang inovatif seperti Wolbachia dan vaksinasi.

Kampanye tersebut kemudian diperkuat dengan berbagai serangkaian dialog, baik dengan para pembuat kebijakan, maupun komunitas sosial, untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan dengue di Indonesia.
Yang harus kita ingat adalah bahwa semua orang memiliki risiko terkena DBD, tanpa memandang usia, tempat tinggal, ataupun gaya hidup mereka. Inilah sebabnya perlindungan komprehensif, termasuk kampanye #Ayo 3M Plus Vaksin DBD, sangat penting dalam upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat.
Mari cegah Demam Berdarah dengan selalu menjalankan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan dan lakukan Ayo3MPlusVaksinDBD agar kita bisa terbebas dari sarang nyamuk dan mencegah penularan Demam berdarah.