Lindungi Keluarga dari Demam Berdarah Dengue dengan 3MPlusVaksin

Lindungi Keluarga dari Demam Berdarah Dengue dengan 3MPlusVaksin

Spread the love

Lindungi Keluarga dari Demam Berdarah Dengue Dengan #Ayo3MPlusVaksin Tuk Pencegahan

Menjaga kesehatan tubuh merupakan hal penting yang harus kita lakukan, jika tubuh kita sehat tentunya makin produktif diri kita. Kualitas hidup tentunya juga akan semakin baik, pikiran akan menjadi lebih jernih sehingga dapat melakukan berbagai macam hal yang positif.

Perubahan cuaca yang tidak menentu kadangkala panas lalu tiba tiba bisa turun hujan lebat membuat beberapa penyakit rentan untuk muncul sehingga kita harus mewaspadainya. Tingginya curah hujan menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang menularkan demam berdarah dengue melalui gigitannya.

Demam berdarah dengue sering menyerang anak anak sehingga para orang tua diharapkan untuk memberikan perlindungan ekstra kepada anak-anak mereka terkait maraknya kasus demam berdarah dengue. Karena, aktivitas nyamuk Aedes aegypti mirip dengan aktivitas anak yakni di pagi dan sore hari. Itu sebabnya, penderita demam berdarah mayoritas berasal dari anak-anak. Perlindungannya dapat dilakukan secara sederhana, misalnya dengan mengoleskan obat anti nyamuk sebelum beraktivitas.

Penyakit Demam Berdarah bisa dilakukan Upaya Pencegahan

Penyakit demam berdarah dengue termasuk penyakit yang perlu mendapat perhatian khusus karena penderitanya sering mengalami darurat medis yang mengancam jiwa mereka, hal inilah alasan mengapa demam berdarah harus dicegah. Upaya pencegahan dan langkah apa saja yang diambil guna menekan angka kasus penyakit demam berdarah, saya dapatkan narasumber ahli

  1. dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI
  2. Andreas Gutknecht, General Manager, Takeda
  3. Dr.dr. Anggraini Alam, Sp, A(K), ketua UKK Infeksi  dan Penyakit Tropis IDAI
  4. Ringgo Agus Rahman Publik Figur
  5. Sabai Morscheck Publik Figur

Penyakit demam berdarah dengue banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia, dan biasanya peningkatan penyakit terjadi ketika musim hujan dengan banyaknya genangan air. Nyamuk Aedes aegypti yang merupakan nyamuk penyebab demam berdarah hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti genangan air di ban mobil, sampah plastik, atau tempat minum hewan.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI sebagai nara sumber memaparkan bahwa Jabodetabek banyak ditemukan kasus demam berdarah yang peningkatannya selalu signifikan apalagi di bulan Juni Juli karena intensitas hujan yang naik turun.

Penyakit ini menular ketika nyamuk menggigit penderita demam berdarah, kemudian menggigit orang yang sehat. Gejala penyakit demam berdarah diawali dengan naiknya suhu tubuh secara mendadak selama 3 hari. Demam bisa mencapai suhu 39−40°C dan sulit turun walaupun pasien telah mengonsumsi obat penurun panas.

Pada anak-anak, fase demam pada demam berdarah berbentuk seperti pelana kuda, yaitu turun selama beberapa hari, kemudian naik lagi. Gejala demam biasanya juga disertai dengan

  • Badan terasa Lemas
  • Merasakan sakit otot dan sendi
  • Merasakan nyeri sakit kepala
    Bagian belakang mata juga terasa nyeri
  • Kehilangan Nafsu makan
  • Terasa Mual dan Muntah
  • Timbulnya Ruam kemerahan di kulit

Gejala demam akan terasa membaik di hari ketiga dan pasien merasa baik padahal ini adalah fase kritis yang harus diwaspadai karena pada fase ini, trombosit justru sedang menurun drastis dan terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Sehingga pasien berisiko mengalami perdarahan dan syok karena pembuluh darah kehilangan banyak cairan. Kita harus mengenali tanda tanda bahaya di hari ketiga seperti
Sulit Minum, Muntah terus, Nyeri perut, pucat tangan dan kaki lembab serta adanya tanda pendarahan seperti mimisan, muntah darah

Segera untuk memeriksakan diri ke dokter jika kita atau anggota keluarga lainnya mengalami demam tinggi yang mendadak serta diiringi gejala awal demam berdarah lainnya. Segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda bahaya seperti yang telah disebutkan di atas setelah demam turun.

Ringgo Agus sebagai narasumber berbagi pengalamannya saat dirinya dan keluarganya mengalami demam berdarah dengue beberapa tahun lalu. Demam berdarah yang pertama dialami saat usia sekolah menengah pertama dan Ringgo masih mengingat bagaimana demam tinggi yang dialami membuat seluruh tubuhnya terasa nyeri dan akhirmya dirawat di Rumah sakit selama beberapa hari.

Lalu  pengalaman keduanya mengalami demam berdarah beberapa tahun yang lalu, saat anak keduanya juga pernah terjangkit demam berdarah, yang pada akhirnya membuat Ringgo merasa trauma dengan penyakit tersebut sampai berkeinginan untuk pindah ke Islandia yang tidak ada nyamuknya.

Dr. Anggraini Alam, dr., Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak dan Ketua UKK Infeksi & Penyakit Tropis, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Mengungkapkan bagaimana penyakit demam berdarah banyak membuat penderitanya trauma karena selama dirawat harus di cek darah berkali kali untuk mengecek kondisi trombosit pasiennya.

Hal ini dilakukan supaya pasien tidak mengalami kekurangan trombosit yang dapat membahayakan nyawanya. Ada satu hal lagi yang paling bikin khawatir yaitu jika si pembuluh darah mengalami kebocoran hingga semua plasmanya keluar. Terutama presentase cairan pada anak-anak terutama bayi. Itulah yang menyebabkan syok dan kematian.

Pemerintah Menerapkan Program #3MPlusVaksin

Untuk mencegah maraknya penyakit demam berdarah di tengah masyarakat. Pemerintah menerapkan program #3MPlusVaksin yang meliputi membersihkan tempat penampungan air, seperti bak kamar mandi, kolam ikan, dan vas bunga, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain 3M, Satu lagi yang penting dilakukan untuk melengkapi perlindungan anggota keluarga yaitu dengan melakukan vaksinasi sebagai langkah upaya meningkatkan daya tahan tubuh melawan virus dan mengurangi risiko keparahan penyakit DBD dan daya tahan semakin meningkat untuk menghadapi demam berdarah.

Mengenai vaksinasi demam berdarah, Dr. Anggraini menjelaskan bagaimana pentingnya vaksin untuk tubuh manusia. Dengan melakukan vaksinasi tubuh akan mendapat kekebalan dari luar karena secara otomatis tubuh secara aktif membuat antibodi

Vaksin dengue diberikan dengan tujuan mencegah infeksi dengue dan meringankan gejala jika terjangkit demam berdarah sehingga tidak perlu melakukan rawat inap di rumah sakit, Itu artinya kondisi pasien lebih baik, dan yang paling utama adalah pasien demam berdarah tidak ada yang meninggal.

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia dengan jumlah penderita yang terus meningkat dan penyebarannya semakin luas.

Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit menular yang umumnya menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. Meski begitu, demam berdarah juga bisa menyerang orang dewasa dan vaksinasi diharapkan bisa mencegah perburukan saat terkena virusnya, karena dari lima pasien demam berdarah yang dirawat inap di rumah sakit satu di antaranya bisa berat.

Vaksin demam berdarah saat ini bisa meminimalkan risiko terkena infeksi virus. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya kita untuk melindungi keluarga dari demam berdarah. Tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk terhindar dari paparan nyamuk Aedes aegypti. 

Untuk menentukan perlu atau tidaknya seorang anak mendapatkan vaksinasi dengue sebaiknya berkonsultasilah dulu ke dokter untuk memberikan kenyamanan  dan mengantisipasi efek samping yang serius. Mari kita lindungi semua anggota keluarga dengan melakukan vaksinasi demam berdarah #Ayo3MPlusVaksinDBD

C-ANPROM/ID/QDE/0139 | Aug 2023