Lifebuoy Shampoo Kampanyekan Berbagi Kebaikan Berdonasi untuk Penyintas Kanker

Lifebuoy Shampoo Kampanyekan Berbagi Kebaikan Berdonasi untuk Penyintas Kanker

Spread the love

Lifebuoy Shampoo Luncurkan Kampanye Berbagi kebaikan Ajak Keluarga Indonesia Donasikan Rambut untuk penyintas kanker

Masa pandemi banyak membawa perubahan dalam kehidupan sehari hari. Pembatasan sosial yang dilakukan mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam keterampilan sosial mereka, karena selama pandemi ruang gerak anak menjadi terbatas.

Anak yang terbiasa bermain dengan teman-temannya di sekolah, di taman, atau lingkungan sekitar, menjadi lebih sering di rumah. Terlebih kondisi di setiap rumah berbeda-beda dan akan mempengaruhi kebiasaan anak dalam bergerak dan beraktivitas.

Minimnya aktivitas sosial di luar rumah membuat anak lebih sering bermain dengan gadget yang dimiliki sehingga memberikan dampak yang kurang baik bagi anak jika tidak mendapatkan stimulasi yang tepat.

Pentingnya Menumbuhkan Rasa Empati Anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar

Perkembangan sosial anak akan terpengaruh, anak menjadi individualis bahkan berkurangnya empati kepada orang lain.
Seorang anak membutuhkan aktivitas bersama teman sebayanya untuk perkembangan sosial dan kepribadiannya.

Dalam berkomunikasi dengan teman sebaya, anak dapat belajar untuk saling menghargai, memiliki rasa tanggung jawab, belajar bekerja sama, berbagi dan peduli terhadap teman yang lain. Mereka belajar empati dan menolong teman yang membutuhkan.

Menurut penelitian yang dilakukan pandemi membuat anak tidak memiliki kesempatan untuk membangun keterampilan sosialnya, seperti kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya, memecahkan masalah, hingga berlatih memiliki sikap empati yang sangat dibutuhkan.

Rasa empati sangat penting agar anak memiliki kepedulian terhadap sesama, membuat anak memahami kondisi orang lain serta merasakan penderitaan orang lain, sehingga anak mampu beradaptasi dengan orang sekitarnya.

Penelitian dari Universitas Negeri Yogyakarta yang berjudul ‘Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini di TK selama Pembelajaran Daring’ juga menemukan selama pandemi, 96% anak mengalami penurunan terkait pencapaian aspek perkembangan sosial emosi. Terutama dalam segi perkembangan perilaku prososial, atau yang secara awam disebut perilaku tolong menolong.

Hal ini banyak dijelaskan ibu Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi., Psikolog Klinis Keluarga, apabila seorang anak tidak mengembangkan kemampuan berempati dan perilaku tolong menolong, akan ada risiko jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, anak akam sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga mengalami masalah pergaulan. Dalam jangka panjang, anak rentan mengalami beragam masalah gangguan psikologis.

Perilaku ini membutuhkan dukungan orang tua agar dapat tumbuh dan berkembang. Orang tua harus mengajarkan ketrampilan sosial secara langsung dengan cara mencontohkan anak misal dengan mengajak anak untuk menyumbang sekolah yang rusak sambil menjelaskan, bagaimana sedihnya anak yang tidak bisa belajar jika sekolahnya tidak diperbaiki sehingga anak akan dapat merasakan kondisi dari anak anak tersebut.

Hal lain yang bisa ajarkan lagi adalah dengan membawakan bekal makanan untuk teman yang membutuhkan, mengajak anak untuk berdonasi menyisihkan uang untuk berbagi kepada sesama.

Lifebuoy Samphoo meluncurkan Kampanye berbagi Kebaikan

Terkait akan hal ini Lifebuoy meluncurkan Kampanye Berbagi Kebaikan bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak masyarakat wujudkan empati dan kepedulian untuk membantu tingkatkan kualitas hidup para pejuang kanker dengan berbagai cara.

Agus Nugraha, Head of Marketing Hair Care PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, “Sebagai brand perawatan rambut yang begitu dekat dengan keseharian keluarga Indonesia, Lifebuoy Shampoo memiliki purpose untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini. Hal ini semakin penting di tengah fakta bahwa physical distancing yang dialami anak-anak selama pandemi berlangsung telah berdampak besar pada perkembangan sosial mereka.”

Melalui kampanye Berbagi Kebaikan Lifebuoy Shamphoo ingin menginspirasi keluarga Indonesia bahwa rambut sehat, yang bisa didapatkan dengan menggunakan Lifebuoy Shampoo Kuat & Berkilau, dapat menjadi sumber kekuatan untuk melakukan berbagai bentuk kebaikan.

Kampanye yang diluncurkan Lifebuoy Samphoo dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan tahun ini bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) untuk menggalang bantuan bagi para pejuang kanker sebagai bentuk dukungan keluarga Indonesia dalam membantu membangkitkan semangat dan rasa percaya para penyintas kanker.

Keluarga Indonesia dapat mendonasikan rambut sehat dan kuat mereka untuk nantinya dijadikan wig, yang akan didistribusikan YKI ke para pejuang kanker di berbagai wilayah Indonesia. Donasi ini dapat dilakukan dengan 4 langkah mudah berikut:

  1. Cuci rambut dengan bersih dan keringkan, kemudian kuncir dalam satu atau dua ikatan dengan kuat.
    Potong rambut di atas ikatan, pastikan potongan rambut tidak terurai berantakan. Idealnya, dibutuhkan minimal 25 cm untuk membuat wig dengan rambut asli.
    Masukkan potongan rambut yang terikat rapi ke dalam amplop/zip lock yang tahan air.
    Kirim ke PO BOX LIFEBUOY BERBAGI KEBAIKAN JAKARTA 12000 dengan mencantumkan nama, alamat dan nomor ponsel pendonasi.
  2. Bagi mereka yang rambutnya belum memenuhi persyaratan, donasi bisa tetap diberikan di mana total gramasi dari rambut yang terdonasi akan dikonversi menjadi wig rambut sintetis yang juga akan didistribusikan kepada para pejuang kanker.
  3. Donasi melalui pembelian produk untuk setiap pembelian Lifebuoy Shampoo varian Kuat & Berkilau limited edition ukuran 340 ml, otomatis mereka akan berkontribusi dalam penggalangan dana yang akan didonasikan kepada YKI.
  4. Donasi Melalui Kitabisa.com
    Donasi juga dapat diberikan melalui platform crowdfunding Kitabisa.com, di mana seluruh dana yang terkumpul akan didonasikan kepada YKI.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP sangat menyambut baik kerja sama ini. Diharapkan dengan kerja sama ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kampanye berbagi kebaikan akan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker melalui donasi rambut, dan hal ini akan mendorong semangat dan kualitas hidup pasien kanker.

Sementara itu, Pengurus Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia, Dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR-K lebih lanjut menjelaskan kampanye ‘Berbagi Kebaikan’ memberi efek positif kepada pasien kanker dalam berjuang melawan penyakit.

Kanker sangat berdampak pada fisik dan psikologis pasien kanker sehingga mereka sangat membutuhkan dukungan psikososial dalam menjaga maupun meningkatkan kualitas hidup pasien baik oleh keluarga, orang-orang terdekat, hingga lingkungan dan masyarakat luas agar mereka dapat menumbuhkan keyakinan kalau pasien kanker tidak berjuang sendirian.

Dalam kesempatan yang sama turut hadir selebriti mom Mona Ratuliu yang hadir bersama Nala anak perempuannya. Beliau sangat mendukung kampanye ini yang dapat menjadi wadah bagi para orang tua untuk menumbuhkan rasa empati dan menerapkan perilaku tolong menolong pada sesama. Mona dan Nala mendonasikan rambutnya serta mengajak seluruh keluarga untuk ikut memberi dukungan.

Meski kita masih menghadapi berbagai macam tantangan di masa pandemi, rasa empati yang diwujudkan dengan aksi nyata untuk berbagi kebaikan adalah suatu hal yang tidak boleh dikesampingkan.

Mari kita wujudkan rasa kepedulian kita terhadap para pasien kanker dengan mendonasikan rambut sehat kita melalui kampanye Berbagi Kebaikan yang diselenggarakan Lifebuoy samphoo dan Yayasan kanker Indonesia untuk mendukung para pasien kanker demi meningkatkan kualitas hidupnya dan membantu mereka agar bisa tampil lebih percaya diri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

.