Lebih Paham Program Bayi Tabung Bersama dr. Indra N.C. Anwar, SpOG

“Sudah punya anak berapa? Anaknya laki atau perempuan”? Pertanyaan ini kerap kali muncul saat kita bertemu dengan teman lama ataupun keluarga besar saat bertemu di perkumpulan keluarga.
Bagi pasangan yang sudah memiliki anak pertanyaan ini tentunya membuat bahagia karena diberi kesempatan untuk bercerita tentang anak mereka. Lain halnya bagi pasangan yang belum dikarunia anak.
Anak adalah dambaan bagi setiap pasangan yang telah menikah karena merupakan belahan jiwa, kesayangan yang akan menjadi kebanggaan bagi orang tuanya dan pelengkap kebahagiaan.
Namun, tidak semua pasangan bisa cepat dan mudah memperoleh keturunan. Ada juga yang harus berusaha keras untuk bisa punya anak. Banyak pasangan yang telah lama menikah, dalam jangka waktu yang lama belum mendapatkan karunia seorang anak.
Ada pasangan yang secara finansial sangat berkecukupan, tapi memiliki kendala saat menginginkan momongan. Butuh waktu lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk mendapatkannya.
Tidak sedikit pasangan yang harus menunggu puluhan tahun sampai akhirnya memiliki anak.
Sering kali wanita lebih sering disalahkan saat belum terjadi kehamilan, terkadang nih tanpa mengetahui penyebabnya, mereka langsung mengatakan bahwa wanitanya tidak subur, ada masalah dengan organ kesuburannya. Padahal laki laki juga memiliki resiko yang sama tentang kesuburan mulai dari sedikitnya jumlah sperma ataupun kualitas sperma yang tidak bagus untuk pembuahan.
Program Bayi Tabung Solusi Mendapatkan Keturunan
Banyaknya informasi tentang masalah kesuburan serta solusinya saya dapatkan saat mengikuti Morula Fertility Talkshow Grande, pada hari Minggu tanggal 30 Oktober 2022. Talkshow diselenggarakan di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference dengan narasumber yang kompeten dr. Indra N.C Anwar, SpOG (Dokter Obgyn Morula IVF Jakarta dan Pakar Kesuburan)

dr Indra N.C Anwar, SpOG adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dengan pengalaman yang panjang dalam pelayanan Bayi Tabung. Beliau merupakan alumni dari Kedokteran Umum di Universitas Indonesia pada tahun 1983 dan melanjutkan pendidikan Kedokteran Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1984. dr Indra sudah membantu banyak pasangan untuk mendapatkan keturunan melalui inseminasi dan bayi tabung.
Pembicara lainnya yang hadir di acara ini yaitu Ibu Verawaty Sinurat seorang Senior Embryologist Morula IVF Jakarta yang merupakan profesional medis terlatih untuk penanganan embrio.
Sesi talkshow bersama dr Indra NC Anwar. SpOG berlangsung sangat menarik karena dr Indra adalah sosok pribadi yang ramah, santai dan informatif sekali membawakan materinya. Sebagai pakar kesuburan yang sudah lama menguasai dunia Bayi tabung, beliau banyak memberikan solusi kepada para pasangan yang hadir. dr Indra NC Anwar membuka praktik di klinik Morula IVF, Menteng, Jakarta.
Pasangan dengan infertilitas akan sulit untuk melakukan program hamil. Jadi, hal ini tak boleh disepelekan. Lalu apa sih yang dimaksud dengan infertilitas? Menurut dr Indra infertilitas yaitu pasangan suami istri yang tidak dapat hamil setelah 1 tahun berhubungan seks tanpa kontrasepsi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuburan seperti usia untuk memulai keluarga, nutrisi, berat badan, olahraga, stres psikologis, paparan lingkungan dan pekerjaan, dan hal lain yang dapat memberikan efek besar pada kesuburan.
Kesuburan wanita akan menurun sesuai dengan bertambahnya usia. Terutama usia di atas 37 tahun, ketika kuantitas dan kualitas sel telur menurun cepat dan akan merosot drastis, hingga akhirnya menopause.
Suksesnya Program Bayi Tabung Bersama dr Indra NC Anwar. SpOG
Dokter Indra NC Anwar SpOG memberikan saran agar para pasutri mempersiapkan perencanaan yang matang saat berencana memiliki keturunan. Usia yang paling ideal adalah dibawah usia 35 tahun. Karena jika hamil terjadi pada usia 35 ke atas, itu akan membawa potensi risiko yang cukup tinggi bagi janin. Selain kemungkinan hamil secara alami menurun, hamil pada usia tua juga memiliki risiko mengalami keguguran.
Konsultasi program hamil mutlak diperlukan karena jika ada masalah pada kesuburan salah satu pasangan akan dicari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Program inseminasi dapat dipertimbangkan. Atau jika ada faktor kesuburan yang berat, maka opsi bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) harus dilakukan.
Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) merupakan kehamilan yang terjadi dan diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh. Proses pembuahan bayi tabung dilakukan di dalam sebuah tabung. Prosedur ini dilakukan bila kehamilan tidak kunjung terwujud meski sudah mencoba berbagai macam cara, seperti mengonsumsi obat-obatan dan melakukan operasi atau inseminasi buatan.
Seperti yang disampaikan dr Indra wanita diusia 40 tahun ke atas sudah bisa dipastikan sel telurnya juga banyak berkurang dan hal ini dibuktikan dengan serangkaian pemeriksaan.
Proses bayi tabung adalah solusi untuk mendapatkan keturunan. Selain wanita yang mengalami infertilitas, ada beberapa masalah kesehatan, seperti:
- Wanita yang rahimnya mengalami Endometriosis.
- Memiliki gangguan ovulasi
Sumbatan atau kerusakan pada tuba falopi. - Pernah melakukan sterilisasi atau pengangkatan tuba sebelumnya.
- Mengalami fibroid rahim.
Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung
Masalah yang melatari infertilitas.
Usia istri
Kualitas dan kuantitas sel telur.
Kualitas dan kuantitas sel sperma.
Kondisi kesehatan reproduksi.
Kualitas embrio yang dihasilkan

( Foto by Pixabay.com)
Pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung harus mengetahui syarat syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan program bayi tabun atau dikenal juga dengan istilah In Vitro Fertilization (IVF).
- Merupakan pasangan suami-istri yang sah dan tidak menggunakan donor sperma atau telur dari bukan pasangan
- Usia wanita sebaiknya dibawah 35 tahun agar tingkat kesuburannya masih bagus dan belum.memasuki usia menopause
- tidak memiliki riawayat penyakit yang dapat diperberat oleh kehamilan, seperti penyakit jantung
- Kondisi rongga rahim sehat (tidak didapatkan mioma, polip, dan perlekatan yang mengganggu rongga rahim), karena rongga rahim nantinya penting untuk penempelan embrio (janin). Apabila didapatkan kelainan pada rongga rahim tersebut, maka harus dilakukan tindakan operatif terlebih dahulu.
- Tidak terdapat cairan pada salah satu atau kedua saluran telur (hidrosalping)
- Memiliki kesiapan mental dan kesiapan secara finansial karena perlu dipertimbangkan juga bahwa program bayi tabung membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Setelah semua syarat terpenuhi perlu diketahui prosedur bayi tabung yang akan dilakukan. Prosedur yang pertama dilakukan adalah
- Pasien wanita akan diberikan suntikan hormon yangi berfungsi untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus.
- Setelah itu, akan diberikan obat obatan yang akan membantu pematangan sel telur yang berkembang dan merangsang proses ovulasi atau pelepasan sel telur.
- Akan dilakukan uji tes darah atau USG untuk menentukan kesiapan tubuh untuk proses pengambilan sel telur.
Setelah sel telur di tubuh pasien wanita sudah matang, dokter akan mengambil sel telur tersebut dengan jarum khusus. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bantuan USG dan bisa berlangsung sekitar 30–60 menit. - Setelah itu, sel telur akan dipertemukan dengan sperma pasangan. Sperma ini biasanya diambil di hari yang sama dengan pengambilan sel telur. Kemudian, sel telur yang telah dibuahi akan disimpan dan dipantau di laboratorium.
- Saat embrio atau bakal janin hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, embrio akan dimasukkan melalui vagina ke dalam rahim dengan menggunakan tabung penyalur yang disebut kateter. Untuk memperbesar kemungkinan hamil, 3 embrio umumnya ditransfer sekaligus.
- Dua minggu setelah transfer embrio, pasien wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.
Bagi pasangan yang sangat mendambakan buah hati dan sudah melakukan berbagai usaha tapi belum juga mendapatkannya, kalian bisa berkonsultasi dengan dr Indra N.C Anwar, SpOG yang merupakan esialis infertilitas paling senior di Morula IVF Jakarta. Beliau memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan program bayi tabung di Indonesia.
dr. Indra N.C Anwar, SpOG Beliau adalah seorang dokter lulusan FKUI dan kemudian menyelesaikan pendidikan spesialisasinya di USU. Beliau adalah dokter yang melahirkan bayi tabung pertama di RS Bunda dari program awal Morula IVF Jakarta.

Morula IVF merupakan salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia, dengan peningkatan pasien IVF sebesar 30% setiap tahunnya. Klinik Morula Ivf memiliki program program Fertilitas Yang Sesuai Dan Berdasarkan Indikasi Yang Tepat Bagi Calon Orang Tua Dengan Standarisasi Yang Ketat Dipantau Oleh Morula IVF. Didukung oleh Dokter-Dokter Ahli yang berkwalitas dan berkompetensi serta Embriolog Dan Perawat Berpengalaman Lebih Dari 16 Tahun.
Morula IVF Indonesia (Morula) yang berdiri sejak tahun 1997 mencuri perhatian karena mencetak tingkat keberhasilan siklus pembuahan in-vitro di atas rata rata yakni 40 pesen. Keberhasilan itu diraih berkat pemanfaatan teknologi-teknologi terbaru seperti Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI), Intracytoplasmic Morphologycaly Selected sperm Injection (IMSI), dan Endometrial Receptivity Analysis (ERA).
Morula tercatat menjadi klinik kesuburan pertama yang menggunakan sistem berbasis komputer untuk penanganan infertilitas.
Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan buah hati idaman bagi kalian para calon dad dan calom moms. Kalian bisa mendapatkan keberhasilan program bayi tabung bersama dr Indra NC Anwar, SpOG di Morula IVF Jakarta dengan kemampuan beliau yang tidak dapat diragukan lagi sebagai pakar kesuburan dan sudah terbukti banyak membantu pasutri mendapatkan momongan. Untuk informasi lebih lanjut bisa follow akun instagram @indrancanwar