JNE Beri Reward Terbaik kepada 140 Karyawannya untuk Pergi Umroh

Menunaikan ibadah haji dan umroh ke Tanah Suci menjadi keinginan bagi sebagian besar umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mengharapkan keridhoan Allah SWT. Sehingga banyak ikhtiar dan usaha yang dilakukan setiap orang untuk mewujudkannya.
Diantara sekian banyak ibadah yang Allah perintahkan baik dalam al-Quran maupun al sunnah adalah syariat tentang Ibadah ke tanah suci, tapi hal ini dilakukan jika mampu. Selain memantapkan niat untuk mengharapkan ridho Allah kita juga membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang kuat untuk dapat menjalankan ibadah.
Ibadah ke Tanah Suci adalah Impian Semua Muslim
Mengingat saat ini untuk melakukan haji butuh biaya yang tinggi dan waktu antrian yang lama, ibadah umrah menjadi alternatif bagi mereka yang sudah rindu ingin ke tanah suci dan melaksanan ibadah di depan Kabah.
Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan bagi umat Muslim. Ibadah ini haruslah ditunaikan di tanah suci Mekkah dan tidak bisa ditunaikan di tempat lain. Tak heran jika ibadah sunnah ini banyak diimpikan bagi umat Muslim sebab perlu tenaga, waktu, dan finansial yang cukup untuk menunaikan amalan ini.
Umroh adalah haji kecil. Dilakukan dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah. Pelaksanaan umroh dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji.
Bagi umat muslim merupakan sebuah impian bisa tawaf mengelilingi Kabah. Ketika impian itu terwujud, banyak yang terharu, bahkan menangis. Kiblat yang selama ini dijadikan arah shalat kini berada di depan mata. siapapun akan terharu saat melihat langsung bangunan Kabah yang suci. Tak hanya ingin salat di Masjidil Haram, namun pernah merasakan salat di depan Kabah jadi pengalaman perjalanan tersendiri.

Rasa terharu dan bangga dirasakan oleh 140 Ksatria dan Srikandi JNE, sebutan bagi karyawan JNE yang menjadi jamaah umrah kloter pertama yang mulai berada di sana pada 16 – 24 Mei 2022 yang lalu. Mereka sampai meneteskan air mata saat pertama kali berada di Masjidil Haram di depan Ka’bah yang menjadi kiblat sewaktu shalat sehari-hari.
JNE adalah perusahaan jasa pengiriman terbaik yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan Tidak hanya itu, JNE juga tidak pernah lupa memberikan apresiasi kepada para karyawannya dengan memberikan hadiah Umrah sebagai wujud terima kasih perusahaan kepada karyawannya yang telah bekerja selama 12 tahun lebih
Seperti yang diungkapkan M Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE ikut merasakan kebahagiaan yang dialami Ksatria dan Srikandi JNE. “Setelah dua tahun sempat tertunda akhirnya para karyawan ini dapat diberangkatkan kembali ke tanah suci. “Kegiatan ini kami jalankan sesuai dengan amanah Ayah kami sekaligus founder JNE (Alm) H. Soeprapto Soeparno yang menggagas umrah gratis bagi para karyawan JNE yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun” ungkap Feri.
Rasa Bangga dan Terharu dirasakan Semua Karyawan JNE yang Berangkat Umroh
Karyawan yang diberangkatkan umroh dipilih dari berbagai cabang seperti dari Jakarta, Tangerang, Cilegon, Bandung, Cirebon, Purwakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Pontianak, Sidoarjo dan juga cabang utama lainnya.

Rangkaian ibadah umroh dipandu oleh Ustadz Akhyar Mahpudin dan para ksatria serta srikandi JNE dengan khidmat mengikuti semua rangkaian ibadah umroh
Salah satu karyawan JNE Medan, Dara mengaku sangat terharu bisa menginjakkan kaki di tanah suci. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan bisa berada di depan Ka’bah, dia menangis karena Allah telah mengabulkan doanya untuk bisa sampai ke Mekah ini,” tuturnya.
Hal yang sama dituturkan Yeni srikandi Semarang, saat berada di Mekkah perasaannya haru sekali dan yang paling dia ingat adalah momen saat masuk ke Masjid Nabawi ke area Raudhah. Antusias jamaah untuk masuk ke sana luar biasa, sampai antri dan berdesakan. Dibutuhkan kesabaran untuk bisa masuk ke area yang ada makam Rasullullah Muhammad SAW dan sahabat Abu Bakar serta Umar bin Khatab tersebut. Saya sangat terharu karena merasa diberikan kemudahaan untuk dapat melaksanakan sholat di Raudhah,” jelas Yeni.
Semua jamah umroh JNE yang berangkat memiliki pengalaman spritual yang berbeda seperti yang di alami Yuda Hermawan jamaah unroh dari JNE solo yang mengisahkan bertemu dengan seorang kakek Dalam perjalanan menuju Ka’bah. Kakek tersebut terpisah dari rombongan keluarganya.
Atas inisiatif dari Ustadz pemimpin rombongan JNE memberikan saran untuk menyelesaikan tawaf. Selama tawaf Yuda dan rekannya Agus menggandeng Sang Kakek agar tidak terlepas dari rombongan JNE. Setibanya di bukit Safa akhirnya Sang Kakek bertemu kembali dengan keluarga dan rombongan jamaahnya.
Ketika tawaf sambil menggandeng Kakek tersebut rasanya kedua almarhum orangtua saya menyertai badal umrah yang saya lakukan untuk mereka. Yuda merasa bangga dan terharu sekali sampai tidak percaya dirinya bisa berada di depan Kabah. Tanpa terasa air mata mengalir teringat akan dosa yang telah dilakukan selama hidupnya.
Lain halnya dengan Ari Bowo Ksatria JNE Yogyakarta yang merasa sangat bangga menjadi bagian dari JNE perusahaan amanah yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Program umrah merupakan reward terbaik selama Ia bergabung di JNE.

Selama menjalani ibadah umroh bowo sangat khusyu beribadah dan merasa hidupnya teratur Bodo juga mendapatkan kabar baik saat berada di tanah suci bahwa rumah yang sedang dia bangun segera dapat ditempati dalam waktu dekat. Dari JNE Bowo mendapat rejeki yang berlipat lipat dan keberkahan yang luar biasa.
Seluruh Karyawan JNE yang berangkat umroh selalu mendoakan agar JNE terus maju dan berkembang pesat selalu sukses dalam usaha yang dijalankan
Sesuai dengan Tagline JNE Connecting Happines yang berarti mengantarkan kebahagiaan bukan hanya untuk para pelanggan setianya, tapi juga kepada para karyawan dengan program umroh yang diberikan kepada karyawannya