Hapus Stigma Buruk tentang Penyakit Kusta

Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Kusta adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Kuman Mycrobacterium leprae, penyakit kusta menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lain kecuali otak. Penyakit kusta dapat disembuhkan tanpa cacat bila berobat secara dini dan teratur.
Penyakit kusta yang masih ada di Indonesia ini di akibatkan karena penanganan, serta diskriminasi untuk pasien kusta. Oleh karena itu KBR bekerjasama dengan NLR Indonesia menggaungkan kusta dan ingin memberi informasi juga edukasi pada masyarakat bahwa kusta ini bisa disembuhkan.

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana penyakit kusta, Ruang Publik KBR mengadakan acara Talkshow yang menarik dengan tema “Gaung Kusta di Udara“. Acara disiarkan langsung melalui channel youtube Berita KBR, dengan dua narasumber dr. Febrina Sugianto, (Junior Technical Advisor NLR Indonesia), dan Ibu Malika, (Manager Program & Podcast KBR). Di pandu penyiar KBR mas Rizal Wijaya dan talkshow juga sekaligus untuk memperingati Hari Radio Nasional yang jatuh pada tanggal 11 September.
Menurut data dari tahun 2020, di Indonesia kasus kusta berjumlah 16.700 kasus. Hal ini mengalami penurunan dibandingkan data di 2019 yang berjumlah 17.439 kasus. Namun penurunan kasus yang terjadi merupakan kabar baik ataupun kabar buruk untuk kita. Karena ini bisa jadi kurangnya pantauan yang dilakukan akibat pandemi sehingga terbatas untuk pemeriksaan.
Kabar baiknya di Indonesia ada 26 provinsi yang mengalami eliminasi kusta, namun ada 8 provinsi yang belum berhasil eliminasi kusta. 8 provinsi itu meliputi Sulawesi, Gorontalo, Maluku, Papua

Dr Febrina mengatakan sulitnya untuk menurunkan angka kusta di beberapa daerah karena banyaknya stigma buruk di masyarakat sehingga penderita kusta merasa minder dan tidak mau keluar untuk disembuhkan belum lagi kurangnya pengetahuan sehingga menganggap kusta tidak bisa disembuhkan jadi penderitanya merasa putus asa.
Banyaknya hoaks dan stigma buruk yang beredar seputar kusta juga membuat dampak yang tidak baik bagi penderita kusta adalah
Kusta adalah penyakit kutukan karena dosa yang dilakukan di masa lalu
Mudah menular sehingga membuat pasien di asingkan dan dikucilkan
Penyakit yang diakibatkan kurangnya higienitas
Kusta tidak dapat disembuhkan sehingga membuat mental pasiennya drop
Fakta yang benar tentang penyakit kusta adalah dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan MDT (Multi Drug Therapy), yaitu kombinasi obat dengan bentuk blister (1 sachet) yang isinya beberapa obat dan diminum setiap hari.
Kusta dapat menularkan ke orang lain jika terkena percikan air liur dari penderita kusta secara terus menerus atau menghabiskan waktu yang lama dengan penderita kusta lebih dari 15 jam. Bakteri kusta membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita.
Dokter Febrina mengungkapkan bahwa ada dua jenis kusta, yaitu PB (Pausi Basiler) dan MB (Multi Basiler). Untuk yang paling banyak di Indonesia adalah jenis Muti Basiler. Perbedaannya adalah
- Pausi Basiler
Adanya 1-5.bercak kusta di kulit
Adanya kulit yang mengalami hipopegmentasi atau warna kulit lebih terang dari lainnya
Ada mati rasa pada bagian kulit yang warnanya lebih cerah karena fungsi syaraf berkurang - Multi Basiler.
memiliki bercak kusta lebih dari 5
Mati rasa
Mempengaruhi lebih dari satu syaraf

Ada 3 program utama dari NLR Indonesia untuk melawan hoaks seputar kusta yaitu
zero transmission menghentikan transmisi,
zero dissability mencegah terjadinya kecacatan
zero exclution menurunkan stigma. Semuanya bersifat kepedulian terhadap penderita kusta.
Program SUKA kepanjangan dari Suara untuk Indonesia Bebas Kusta adalah salah satu program unggulan NLR. Yang tujuannya agar masyarakat umum bisa lebih banyak tahu tentang kusta melalui talkshow di radio secara bulanan, webinar dengan mahasiswa ilmu kesehatan, media-media melalui kontennya.
Radio mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah membentuk opini masyarakat agar stigma buruk tentang penyakit kusta bisa kita tepis dan bisa membantu penderita kusta untuk sembuh dan kembali beraktivitas seperti semula.
KBR bersama dengan NLR Indonesia selalu mengadakan diskusi ruang publik untuk menyebarkan fakta seputar kusta dengan benar. Selain itu KBR mengadakan lomba melalui media sosialnya ‘Indonesia Bebas Kusta: Sebarkan faktanya, lawan stigma dan hoaxnya’ melalui IG Reels dan IG Feed, buat yang mau ikutan jangan lupa cek media sosialnya KBR
Mari kita turut serta untuk menyebarkan informasi seputar kusta dan lawan hoax!. Memberikan edukasi untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap penyakit kusta.