Forjukafi Optimalkan Literasi Wakaf Kejar Potensi Wakaf Nasional

Forjukafi Optimalkan Literasi Wakaf Kejar Potensi Wakaf Nasional

Spread the love

FORJUKAFI Optimalkan Literasi Wakaf Kejar Potensi Wakaf Nasional

Setiap umat muslim menginginkan saat beramal atau sedekah mendapatkan pahala yang terus menerus dan berkesinambungan tanpa terputus. Pahala terus mengalir serta mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada penerima manfaat atau orang yang membutuhkan,

Hal inilah yang dinamakan wakaf atau sedekah jariyah di mana harta yang diwakafkan akan terus mengalirkan pahala sepanjang masa. Bahkan harta tersebut nilainya bisa dimanfaatkan buat membantu secara kemanusiaan demi kesejahteraan umat.

Wakaf mempunyai banyak sekali manfaat, salah satunya sebagai bagian dari investasi dunia dan akhirat. Tapi kadangkala banyak sebagian orang yang berpikir jika ingin berwakaf kita harus memiliki harta yang banyak atau kaya dulu padahal ini adalah pemahaman yang salah.

Perlu kita ketahui bahwa bukan hanya orang yang mempunyai harta banyak saja yang bisa berwakaf, tetapi siapapun bisa berwakaf. Karena sebenarnya rezeki yang kita berikan untuk wakaf tidak akan berkurang.

literasi wakaf kepada masyarakat luas sangat penting dilakukan untuk mengejar potensi wakaf nasional.

Pentingnya pemahaman yang benar tentang wakaf dan dalam upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf, 50 jurnalis dari berbagai media berkumpul untuk membentuk Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi). Yang tujuannya untuk menyusun strategi memasyarakatkan wakaf di Indonesia.

Forjukafi yang diketuai Bapak Wahyu Muryadi mengadakan Rapat Kerja Nasional Forjukafi.  Rakernas diselenggarakan di Perpustakaan Nasional pada hari Jumat tanggal 7 Oktober 2020 yang bertema Optimalisasi Potensi dan Pengelolaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat.

Pembukaan Rakernas Forjukafi di sahkan oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) yang hadir secara Daring dan Luring.
Wapres mengapresiasi Forjukafi karena telah mengambil peran dalam pengembangan sektor perwakafan di Indonesia.

Beliau meyakini kehadiran dan keterlibatan para jurnalis sebagai penyedia informasi yang akurat serta mumpuni, akan mampu membangun opini publik yang positif sekaligus meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf,” kata KH Ma’ruf Amin.

Berdasarkan data sistem informasi Wakaf  (SIWAK) kementrian agama yang diakses 29 September 2021 potensi Wakaf tanah di Indonesia mencapai jumlah 414.829 lokasi dengan luas 55.259.87 hektar. Pada tahun 2022 raihan wakaf uang nasional ada di angka Rp1,4 triliun. Jumlah tersebut hanya mencapai 0,5% dari total potensi wakaf uang senilai kurang lebih Rp180 triliun.

Forjukafi Garda Terdepan Dalam Literasi Wakaf di Media

Karena itu, literasi wakaf kepada masyarakat luas sangat penting dilakukan untuk mengejar potensi wakaf nasional.
Forjukafi diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam literasi wakaf di media sehingga semakin banyak jurnalis yang memiliki pemahaman tentang wakaf. Untuk meningkatkan pemberitaan tentang wakaf dan pada akhirnya jangkauan masyarakat dapat lebih lebih luas lagi.

Kunci dari meningkatnya literasi masyarakat tentang Wakaf adalah pemberitaan tentang wakaf yang semakin komunikatif dan massif di berbagai kanal media. Dengan adanya literasi yang baik maka akan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif umat untuk lebih aktif terlibat serta turut memobilisasi pengumpulan wakaf.

Selain Wapres, Ketua MPR Bambang Soesatyo turut hadir dalam pembukaan Rakernas Forjukafi. Bambang Soesatyo menekankan pentingnya wakaf mampu mengentaskan kemiskinan. “Saya meyakini potensi wakaf jika dikelola secara optimal akan berkontribusi positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan secara signifikan. Di sinilah pentingnya literasi wakaf yang dilakukan oleh Forjukafi,” kata Bamsoet.

Hadirnya Forjukafi diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan yang luas. Menjadi ajang bertemunya ide, gagasan sehingga Forjukafi makin memperkuat salah satu pilar demokrasi sekaligus memberikan manfaatnya bagi semua.

Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi menegaskan bahwa Forjukafi berkomitmen tak hanya mendorong literasi wakaf, tapi secara konkret akan mendorong capaian wakaf hingga mendekati potensi wakaf nasional Rp 180 Triliun.

Dalam Wakaf Nazhir memiliki peran penting dalam perwakafan. Berapa banyak harta wakaf yang berhasil dihimpun dan dikelola serta bermanfaat untuk kesejahteraan umat disebabkan nazhirnya amanah. Nazhir atau pengelola Wakaf harus profesional dan bisa menyesuaikan diri di era digital seperti sekarang karena berwakaf di era digital tidak hanya tanah atau gedung tapi misal seorang Youtuber mewakafkan akunnya beserta Subcribernya, Nazhir harus mampu mengelolanya. Itulah kenapa generasi muda dibutuhkan dalam pengelolaan Wakaf.

Sementara Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi menegaskan bahwa Forjukafi berkomitmen tak hanya mendorong literasi wakaf, tapi secara konkret akan mendorong capaian wakaf hingga mendekati potensi wakaf nasional Rp 180 Triliun.

“Lewat Forjukafi, para jurnalis tidak sekadar melakukan literasi wakaf melalui pemberitaan, tapi juga melakukan aksi nyata lewat yayasan yang telah didirikan para jurnalis di Forjukafi yaitu Yayasan Jala Surga. Dengan wadah ini, mari sama-sama kita kejar potensi wakaf nasional,” Insya Allah gerakan kebaikan ini akan menggelinding menjadi gerakan yang besar. Kami mohon doa dan dukungannya,” kata Wahyu Muryadi.

Setelah mengikuti Rakernas Forjukafi banyak insight bagus yang saya dapatkan bahwa untuk berwakaf tidak hanya tanah atau bangunan atau tidak harus menunggu kaya karena bisa dilakukan kapanpun, sesuai dengan kemampuan.

Niat berwakaf adalah untuk keberkahan dunia akhirat dan mengumpulkan amalan jariyah yang bisa kita lakukan sejak dini untuk mendapatkan berkah yang berlipat. Dan yang paling penting, wakaf dapat bernilai untuk kesejahteraan umat.