Festival Budaya Anak Ceria Ajang kreativitas Anak Selama Pandemi

Festival Budaya Anak Ceria Ajang kreativitas Anak Selama Pandemi

Spread the love

Festival Budaya Anak Ceria ajang kreativitas dan Keceriaan

Memiliki anak yang kreatif adalah harapan semua orang tua. Akan tetapi, selama masa pandemi, anak diharuskan agar selalu berada di rumah. Di usia anak anak seharusnya mereka bebas bereksplorasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya untuk mengasah daya imajinasinya.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kreativitas anak selama pandemi, agar anak bisa tetap ceria tanpa mengalami kejenuhan

Untuk terus meningkatkan kreativitas anak selama pandemi ini Lembaga seni Budaya dan Perabadan Islam (LSBPI) MUI Pusat bekerja sama dengan Yayasan Al Hadi, Kembangan, Jakarta Barat, serta didukung Stafsus Wakil Presiden RI Bambang Widianto mengadakan acara Festival Budaya Anak Ceria, Sabtu tanggal 27 November 2021.

Festival Budaya Anak Ceria menghadirkan bintang tamu, antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno BBA MBA dan Wakil Ketua Umum MUI Buya Drs KH Basri Barmanda MBA. Stafsus Wapres RI Dr Bambang Widianto SS MS MES.

Festival Budaya Anak Ceria mengusung tema Anak Islam Sehat Kreatif Peduli yang digelar dengan maksud menebarkan harapan dan semangat agar anak anak bisa terus kreatif selama pandemi juga bisa selalu optimis.

Anak anak mengasah kreativitas mereka dengan lomba lomba yang diadakan salah satunya adalah sayembara menulis cerita anak islami yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Dengan adanya Sayembara menulis cerita ini menumbuhkan kreativitas masyarakat agar mampu memberikan karya cerita yang bagus untuk anak.

Selain Sayembara Menulis Cerita Anak Islami (SMCAI), rangkaian kegiatan lainnya ada Lomba Jingle Lagu atau Yel Yel Anak Sehat Bebas Stunting, dan Lomba Kolase Gambar.
Festival Budaya Anak Ceria diadakan secara Luring, pada hari Sabtu, 27 November 2021 di Aviary Hotel Bintaro dan secara Daring melalui platform zoom meeting.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya di kumandangkan bersama mengawali Festival Budaya Anak Ceria.
Acara dilanjutkan dengan penampilan tari siswa siswi yang merupakan wakil PAUD dari Jabodetabek. Lalu pembacaan surat Al- Quran dan sholawat.

ketua Yayasan Al Hadi, Hj Anifah Qowiyatun selaku ketua panitia acara, memberikan sambutannya beliau berharap dengan diadakannya acara ini anak anak akan terasah kreativitasnya walaupun pandemi masih melanda negeri kita tapi semangat dalam berkreasi harus tetap ditingkatkan.

Melalui lomba dan sayembara yang di selenggarakan anak anak diajarkan untuk berkompetisi serta bekerja sama tim sehingga membentuk generasi yang berahlak dan tangguh juga agar anak anak Indonesia selalu ceria.

Stafsus Wapres RI Dr Bambang Widianto SS MS MES merupakan salah satu narasumber FGD dan membahas tentang masalah stunting di Indonesia. Narasumber lainnya yang juga jadir ialah Ketua LSBPI MUI, Habiburrahman El shirazy, Dekan Fak Psikologi UIN Jakarta, Dr. Zahrotun Nihaya dan Dr.Helvy Tiana Rosa sebagai moderator.

Isu stunting sudah menjadi isu nasional, menjadi kepentingan seluruh masyarakat untuk bersinergi. Tumbuh kembang anak di usia dini dipengaruhi oleh asupan nutrisi serta gizi dari makanan yang dikonsumsi oleh anak. Sehingga penting bagi orangtua, untuk memberikan asupan gizi yang mencukupi.

Hal yang paling utama adalah dengan memperhatikan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), pemenuhan asupan bagi ibu hamil serta asupan bergizi untuk bayi. Dengan sinergi semua pihak, kita semua yakin masalah stunting bisa diselesaikan bersama.

Stafsus Wakil Presiden RI, Bambang Widianto memaparkan, stunting adalah permasalahan yang masih terus ditanggulangi oleh pemerintah dibidang kesehatan.Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia melampaui batas yang ditetapkan WHO. Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Stunting merupakan kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama. Sehingga pada akhirnya diikuti dengan gangguan kecerdasan pada anak dikarenakan kurang gizi kronis.

Hal ini dampaknya adalah di masa depan. Stunting berdampak pada kecerdasan sehingga menghambat kreativitas dan produktivitas sehingga pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan kemiskinan juga ketimpangan.

Pemerintah terus berupaya untuk menangani stunting pada anak-anak di seluruh provinsi Indonesia. Bapak Bambang juga menyampaikan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya Anak Ceria 2021 karena anak anak Indonesia dapat mengasah kreativitasnya dengan mengikuti lomba yang diselenggarakan.

Narasumber lainnya ibu Dekan Fak Psikologi UIN Jakarta, Zahrotun Nihaya menjelaskan tentang pentingnya ‘Pengasuhan Positif dalam Membentuk Anak Sehat Kreatif dan Peduli
Peran ayah dalam pengasuhan anak sangatlah penting karena sangat mempengaruhi perilaku anak. Berapa banyak anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang ayah memiliki gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, tidak percaya diri sehingga anakpun kadang terkucil dari pergaulan
Kurangnya figur ayah juga dapat menyebabkan anak melakukan perbuatan menyimpang seperti kenakalan remaja.

Kehadiran ayah memiliki peranan penting dalam memberikan rasa aman, melindungi keluarga dan memberikan pengaruh kuat dalam pembentukan karakter dan kepribadian.
Pengasuhan yang baik antar kedua orang tua membentuk anak-anak Indonesia menjadi sehat kreatif dan peduli, perhatian dan kasih sayang kepada anak ditambah dengan pengetahuan agama akan membentuk kepribadian anak menjadi anak soleh dengan kreativitas yang tinggi.

Melalui Festival Budaya Anak Ceria kita sebagai orang tua banyak mendapatkan ilmu parenting bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik lagi agar anak menjadi generasi yang kreatif dan ceria serta optimis walaupun di masa pandemi.

Rangkaian acara Festival Budaya Anak Ceria terus berlanjut dengan diumumkannya pemenang lomba kolase gambar, lomba jingle lagu anak sehat bebas Stunting, dan Sayembara Menulis Cerita Anak Islami.

Mengenal tentang Yayasan Al Hadi sebagai penyelenggara acara
Al Hadi Day Care merupakan tempat penitipan anak yang memiliki konsep Islami dan berakhlaqul karimah. Digagas oleh seorang Mommy muda yang memang memiliki basic pendidik dan memiliki jiwa kepedulian sosial yang tinggi, hj.Anifah Qowiyatun S.Sos.I.

Gagasan itu muncul ketika Bunda Anifah memutuskan untuk cuti mengajar selama setahun, demi menjaga sang buah hati. Dari situlah Bunda Ani berfikir untuk mendirikan tempat penitipan anak atau daycare. Hal ini bertujuan agar para orang tua yang ingin tetap bekerja bisa tenang meninggalkan buah hatinya. Sehingga mereka tak perlu khawatir lagi, karena anaknya akan diasuh dan diurus oleh orang yang tepat.

Untuk informasi, pendaftaran, dan harga, Moms bisa menghubungi nomor 081289497397 (Bunda Ani) || 081316564360 (Miss Titin)
Alamat:
Yayasan Al Hadi
Jl.Tolo ll no 3c Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat 11630, 021-22959176
Email: alhadidaycare2@gmail.com || www.alhadi-daycare.com