Cegah Mommy Burnout, Hansaplast Luncurkan Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu

Moms, Hari Ibu kerap kali dirayakan dengan pemberian kado dan ucapan hangat dari anak dan suami. Hal ini membuat seorang ibu merasa bahagia dan dihargai. Selain memberikan hadiah, dapat juga memberikan ucapan selamat Hari Ibu secara langsung maupun melalui surat, kartu ucapan, atau pesan WA.
Merayakan hari ibu adalah salah satu cara untuk mengapresiasi jasa seorang ibu yang telah merawat serta membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang.setiap anak dapat menghargai dan mengingat besarnya pengorbanan yang di curahkan seorang ibu dengan penuh pengorbanan.
Kasih ibu kepada anak-anaknya akan berlangsung sepanjang hayat. Seorang ibu akan melakukan apa pun demi kebahagiaan sang buah hati. Dia akan berjibaku tak kenal takut, bermental baja, untuk anak-anak yang disayanginya.
Siapapun juga tahu untuk menjalankan peran sebagai ibu adalah hal yang tidak mudah. Mulai dari masa kehamilan, menyusui, hingga mengasuh anak, selalu ada tantangan tersendiri. Belum lagi, para ibu kadangkala dituntut untuk serba bisa dalam melakukan apapun dan cepat memenuhi kebutuhan rumah tangga. kerap kali tuntutan yang ada membuat ibu merasa lelah hingga tidak percaya diri.
Kelelahan yang dirasakan ibu karena aktivitas yang padat setiap harinya seringkali, membuat ibu menjadi depresi ditelan oleh kesedihan dan kemarahannya sendiri. tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Jika ini terjadi ibu membutuhkan pertolongan dan perhatian dari sekitarnya.
Peran Support System sebagai Pertolongan Pertama Atasi Mommy Burnout untuk optimalkan pengasuhan anak.
Hansaplast sebagai Brand pertolongan pertama terkemuka yang telah 100 tahun lamanya mendampingi keluarga dalam merawat luka menggunakan momen Hari Ibu untuk mengangkat isu serta kiat-kiat mengatasi Mommy Burnout dalam kampanye #SepenuhnyaUntukIbu.

Hansaplast menggelar Webinar dengan tema “Peran Support System sebagai Pertolongan Pertama Atasi Mommy Burnout untuk optimalkan pengasuhan anak.
- Dipandu oleh Conchita Caroline Rajasa – MC & Representasi Hansaplast menghadirkan para narasumber yang kompeten
- dr. Mesty Ariotedjo, Sp. A – Dokter Spesialis Anak & Founder Tentang Anak
- Grace E. Sameve, M.A., M.Psi. – Psikolog Anak dan Remaja & Principal Child Psychologist Tentang Anak
Sebelum kita mengetahui bagaimana kiat mengatasi mommy Burnout kita tentunya harus tahu dulu apa sih yang di maksud mommy burnout apa saja nih yang dirasakan para ibu saat kelelahan?.
Mommy Burnout merupakan kondisi dimana seorang ibu kelelahan secara fisik dan mental dikarenakan tanggung jawab dari berbagai perannya sebagai istri, orangtua, dan tempat keluarga berpijak.
Ciri ciri mommy burnout
- ibu mudah marah pada hal-hal sepele
- memiliki keinginan untuk melakukan kekerasan
- sering merasa lelah dan kesepian
- tidak terhubung dengan anak
- cenderung menyalahkan diri sendiri.
Kelelahan fisik dan psikis yang dialami ibu sangat berdampak buruk terhadap kualitas hubungan antar ibu dan anak, serta pola pengasuhan.

Psikolog Grace E. Sameve, M.A., M.Psi. menjelaskan bahwa saat seorang ibu mengalami kelelahan, support system dari suami dan keluarga terdekat, sangat membantu seorang ibu untuk mengatasi kelelahan yang dirasakan. Dukungan yang sangat dibutuhkan tentunya dari suami sebagai orang terdekat seperti memberikan perhatian kepada istri, berinisiatif membantu, menjaga komunikasi rutin dua arah dalam berbicara, sangat berperan dalam menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental sang ibu.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman atau kepekaan terhadap ibu agar dukungan yang diberikan sesuai, misalnya dengan memperhatikan apakah ada situasi yang mungkin membebani ibu, misalnya: apakah ibu sedang ada deadline pekerjaan atau si kecil sedang susah makan, dan sebagainya,” katanya.
Lebih lanjut, Grace menyarankan agar para suami lebih peka dan paham bagaimana perilaku istrinya, apakah terlihat berbeda dari biasanya. “Misalnya terlihat lebih lelah sehingga jadi lebih sering menguap, terlihat bersedih tidak bahagia atau mudah terpancing emosi.
Di saat yang sama, suami sebaiknya mencoba membangun budaya komunikasi dengan istri atau ibu, suami dapat mengajukan klarifikasi atau pertanyaan agar ibu dapat menceritakan keluh kesah dan keresahan yang dirasakan.
Tindakan-tindakan kecil suami yang sesuai dengan kebutuhan ibu sangat berarti bukan hanya untuk membantu ibu menyelesaikan salah satu tugasnya, tetapi juga bisa mendukung kesejahteraan ibu karena ibu menjadi lebih yakin bahwa ia tidak pernah sendiri.

Sebagai seorang ibu, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, Founder @tentanganakofficial, & Mom Influencer, sharing pengalamannya mengenai Mommy burn out yang beliau alami. Sebagai ibu memang harus kuat menjalani tanggung jawab untuk keluarga. “Terkadang sungkan meminta bantuan orang lain karena tidak mau merepotkan. Di sisi lain, aku juga ingin tetap memiliki aktualisasi diri. Dengan sebegitu banyaknya tanggung jawabku, kadang aku mengalami stres dan kelelahan fisik dan emosi tetapi aku sadar betul bahwa ibu yang bahagia penting bagi perkembangan anak,” ungkapnya.
Di sisi lain, dr. Mesty Ariotedjo juga ingin tetap memiliki aktualisasi diri. Dengan sebegitu banyaknya tanggung jawabku, kadang aku mengalami stres dan kelelahan fisik dan emosi tetapi aku sadar betul bahwa ibu yang bahagia penting bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, dengan banyaknya peran yang aku jalani penting sekali untuk memastikan support system dari suami, dan keluarga terdekat sebagai salah satu cara untuk menangani mommy burnout
Suami adalah pilar pemulihan kekuatan sosok ibu sebagai pelindung keluarga. Hansaplast ingin mengajak suami dan para support system untuk memahami dan mengenali tanda-tanda Mommy Burnout. daily acts of care atau tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan setiap hari oleh suami dan support system untuk mencegah, maupun mendukung ibu untuk mengatasi Mommy Burnout.
Senior Brand Manager Hansaplast Alanna Alia Hannantya memaparkan salah satu contoh daily acts of care yang bisa dilakukan suami adalah dengan mengambil tanggung jawab memastikan ketersediaan dan kelengkapan persediaan Kotak Pertolongan Pertama di rumah. Apalagi luka bisa terjadi kepada anggota keluarga dimanapun dan kapanpun.
Hansaplast sebagai Produk Perawatan Luka bagi Keluarga Indonesia
Kotak Pertolongan Pertama di rumah harus dicek kelengkapannya secara berkala. Apakah sudah lengkap? Apakah ada produk yang kadaluarsa? Pastikan ada juga produk perawatan luka untuk membantu pemulihan, seperti Hansaplast Salep Luka dan Hansaplast Plester Bekas Luka,” imbuh Alanna.

Hansaplast Salep Luka adalah salep serbaguna dengan kandungan petroleum jelly murni dan bahan tambahan seperti Panthenol dan Glycerin sangat berkhasiat untuk memelihara dan menenangkan kulit serta mempercepat penyembuhan luka selain itu dapat membantu luka ringan sembuh 2x lebih cepat dan dengan risiko luka membekas yang lebih rendah.
Hansaplast Plester Bekas Luka adalah plester transparan berperekat yang terbuat dari polyurethane, serta telah yang terbukti secara klinis membantu menyamarkan, mencerahkan dan menghaluskan tampilan bekas luka dalam 8 minggu pemakaian dimana hasil pertama dapat terlihat setelah 3-4 minggu pemakaian.
Hansaplast juga melakukan kampanye secara digital bertajuk Satu Hari, Satu Kebaikan, Aku Sayang Ibu yaitu sebuah kegiatan untuk mengajak para konsumen melakukan satu tindakan kebaikan untuk ibu setiap hari untuk menjukkan kasih sayang kepada seorang ibu di platformsosial media instagram. Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi instagram @hansaplast_id