Optimalisasikan Perkembangan Kognitif Anak dengan 8 Winning Skills

Sebagai orangtua tentunya penting sekali untuk memperhatikan tahap perkembangan pada si Kecil, baik perkembangan motorik maupun kognitif. Pastikan bahwa tahapan perkembangan anak sesuai dengan umurnya, tidak ada yang terlewat, dan berlangsung dengan optimal.
Anak-anak tumbuh dan berkembang pesat dalam lima tahun pertama hidup mereka, yang perlu kita ketahui bahwa ada empat bidang utama perkembangan, yaitu perkembangan motorik (fisik), bahasa dan komunikasi kognitif, dan sosial.
Perkembangan kognitif merupakan cara anak-anak berpikir, mengeksplorasi dan mencari tahu. Ini adalah pengembangan pengetahuan, keterampilan, pemecahan masalah dan disposisi, yang membantu anak-anak untuk berpikir dan memahami dunia di sekitar mereka.
Perkembangan kognitif tidak hanya dilihat dari kemampuan menghapal atau prestasi akademik semata, tapi juga dari kemampuan berpikir kritis, fokus, memproses informasi, menganalisa, memecahkan masalah, serta memahami konsep sebab dan akibat.
Pentingnya Stimulasi Orang Tua untuk Perkembangan Kognitif Anak
Dukungan orang tua penting sebagai stimulasi untuk mendorong perkembangan kognitif anak segera setelah ia lahir karena hal tersebut memberikan dasar bagi keberhasilan Si Kecil di sekolah dan di kemudian hari.
Banyak orang tua yang khawatir kalau buah hatinya tidak siap untuk menjadi pribadi yang memiliki jiwa pemenang dan percaya diri hingga mampu bersaing dan siap menghadapi tantangan di masa depan mulai meningkat seiring dengan ketatnya kompetisi di segala bidang.
Kemampuan kognitif memang sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan masa depan anak. Orang tua harus bisa menyiapkan anaknya untuk dapat tumbuh menjadi anak yang siap berkompetisi dan percaya diri dalam menghadapi setiap tantangan.
Sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian atas tumbuh kembang anak, Danone Specialized Nutrition Indonesia mengadakan kegiatan edukasi bagi para orang tua melalui webinar bertajuk ‘Bicara Gizi’ dengan topik ‘Maksimalkan Perkembangan Kognitif Anak Melalui Daya Tahan Tubuh dan Stimulasi yang Tepat’

Webinar menghadirkan narasumber di antara lain : dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) yang merupakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis, Parenting Expert, CEO & Founder Personal Growth dan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK. – Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia.
Mengikuti webinar dan menyimak bahasan materi yang diberikan narasumber banyak memberikan pelajaran bagi seorang ibu seperti saya untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak khususnya perkembangan kognitifnya.
Perkembangan kognitif anak sangat dipengaruhi oleh saluran pencernaan yang sehat dan imunitas yang optimal melalui intervensi nutrisi yang baik. Apabila saluran pencernaan anak bekerja dengan baik, maka daya tahan tubuh atau imunitas anak juga akan baik.
Imunitas yang baik memiliki kaitan erat dengan kemampuan kognitif anak, karena anak yang sehat akan aktif bergerak, sehingga lebih mudah menanggapi stimulasi dengan aktif dan mampu belajar dengan optimal.
Sistem imun yang sehat pada anak berperan penting dalam perkembangan otak anak. Jika sistem imun anak tidak teregulasi dengan baik, anak akan mengalami gangguan perkembangan otak. Seorang anak membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang, memiliki mikrobiota saluran cerna yang lebih sehat. Hal ini tentunya dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak menjadi lebih kuat serta membantu tubuh menolak zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K) menyampaikan bahwa anak yang mendapatkan asupan nutrisi seimbang dengan status gizi yang baik memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga anak lebih aktif beraktivitas dan bisa menanggapi stimulasi dengan baik.
Asupan nutrisi yang diperlukan oleh anak untuk membangun sel-sel tubuh demi mendorong perkembangan kognitif di antaranya adalah vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, fitokimia, prebiotik, dan probiotik.

Setelah anak mendapatkan asupan nutrisi yang baik, orang tua juga perlu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahapan usianya hal ini disampaikan, Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis, Parenting Expert, CEO & Founder Personal Growth.
Orang tua dapat menggunakan 8 aspek perkembangan kognitif untuk memahami perkembangan kognitif anak yang multidimensi dan kompleks. Kedelapan parameter perkembangan kognitif anak diantaranya
- Perhatian
- Fokus
- Daya ingat
- kempuan berbahasa
- Psikomotor
- logika
- Penalaran
- Pembuat keputusan
Sebagai orang tua tentunya harus tahu nih stimulasi apa saja yang dapat mendukung perkembangan kognitif anak. Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis memberikan contoh beberapa latihan stimulasi anak yang dapat kita terapkan di rumah.
- Bermain Puzzle untuk melatih perhatian, fokus dan penalaran anak,
- Stop and Go untuk melatih perhatian, penalaran, fokus, daya ingat, dengan cara orang tua memutar lagu dan anak harus merespon berdasarkan yang ditentukan seperti menari saat lagu dinyalakan.
- Menyusun kotak Lego untuk melatih perhatian, psikomotor anak
- Membaca dongeng untuk melatih perhatian, fokus dan kemampuan berbahasa.
- Berbelanja untuk melatih fokus, daya ingat, logika, penalaran dan pembuat keputusan
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan secara saksama perkembangan kognitif anak melalui serangkaian tes atau pemeriksaan secara berkala. Dengan memahami hal-hal penting yang dapat mendukung perkembangan kognitif pada anak, orang tua telah membekali anak dengan jiwa pemenang, serta siap menghadapi masa depan yang kompetitif.
8 Winning Skills Interactive Assessment Monitoring Perkembangan Kognitif Anak
Danone Specialized Nutrition Indonesia bekerja sama dengan ahli yang memiliki kredibilitas di bidangnya, yaitu Personal Growth untuk mengembangkan 8 Winning Skills Interactive Assessment. Dengan memanfaatkan teknologi digital, orang tua dapat memonitor milestones perkembangan kognitif anaknya sehingga dapat memaksimalkan tumbuh kembang anaknya.
Setiap anak adalah memiliki kemampuan masing masing karena sejak lahir sudah menjadi pemenang. Orang tua memiliki peranan penting untuk memberikan dukungan kepada anak anak mereka untuk terus mengasah kemampuannya agar di masa depan nanti mampu menghadapi hidup yang penuh tantangan.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK. – Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia mengatakan “Berbeda dengan perkembangan fisik (misalnya pertumbuhan berat badan dan tinggi badan) yang pada umumnya lebih mudah diperhatikan, mengamati perkembangan kognitif menjadi tantangan bagi para orang tua karena belum ada indikator/milestones kognitif yang komprehensif, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh orang tua.
Perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu sains dan kesehatan dapat di manfaatkan untuk membantu Mama-mama Indonesia mengoptimalkan perkembangan kognitif anaknya.peluncuran 8 Winning Skills Interactive Assessment yang telah divalidasi oleh para ahli di bidangnya untuk membantu orang tua memahami perkembangan kognitif anak.

Orang tua dapat mengakses 8 Winning Skills Interactive Assessment melalui http://mynutri.club/twl mengaksesnya sangat mudah cukup memilih usia anak, lalu memilih salah satu aspek Winning Skill dilanjutkan dengan mengisi lima pertanyaan tentang anaknya Kemudian orang tua akan menerima rekomendasi aktivitas yang sesuai dengan kemampuan serta stimulation kit gratis berupa e-book untuk melatih 8 Winning Skill anak.
Perkembangan teknologi memudahkan kita para orang tua untuk terus memantau perkembangan kognitif anak. Yuk kita optimalkan perkembangan koginitif anak dengan asupan nutrisi yang baik, daya tahan tubuh anak yang bagus serta stimulasi yang tepat