Mencegah Pneumonia Demi Masa Depan Anak Indonesia
Sebagai seorang ibu kita semua pasti peduli dengan kesehatan anak, karena anak yang sehat akan tumbuh menjadi anak yang ceria dan pintar tapi kadang walaupun kita sudah menjaga anak sedemikian rupa ada saja penyakit di sekitar anak anak karena banyaknya polusi di sekitar anak maupun pengaruh cuaca yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh anak rentan terkena penyakit sepert batuk dan pilek tapi kadang kita juga harus waspada akan penyakit yang disebabkan virus kuman atau infeksi, apalagi jika batuk dan pilek tersebut disertai sesak nafas kita harus cepat memeriksakan ke dokter. Pernahkah kita mengetahui tentang penyakit Pneumonia dan bagaimana cara mencegahnya.

Pneumonia adalah penyakit infeksi paru yang banyak menyerang anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia penyakit ini menempati urutan kedua penyebab kematian anak. Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru paru ( Alveoli ) yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi paru dan berisiko menyebabkan kematian.
Pada bayi atau balita pneumonia ditandai dengan adanya gejala batuk dengan kesukaran bernafas seperti nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah kedalam, memang sih tidak setiap batuk yang disertai sesak nafas adalah pneumonia karena semua harus melalui pemeriksaan dokter yang menyeluruh.

Hal inilah yang mendorong saya mengikuti talkshow yang diadakan di Restoran Tjikini Lima bersama Ruang Publik KBR dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner Save of the Children dengan TemaMengenal Pneumonia dan bagaimana cara mencegahnya, dengan nara sumber Dr Madeileine Ramdhani Jasin Sp A selaku perwakilan dari IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia ) dan ibu Selina Patta Sumbung ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Kita berkumpul di talkshow ini untuk meningkatkan Awarness atau kepedulian kepada penyakit pneumonia karena masih banyak orang yang kurang mengerti tentang penyakit ini.
Pneumonia atau penyakit radang paru sangat rentan dialami bayi dan anak berusia kurang dari lima tahun. Karena daya tahan tubuh anak yang belum kuat untuk menghadapi penyakit ini seperti yang dialami ibu Yati nara sumber dari radio KBR yang tinggal di desa Nagrak Kabupaten Bandung bercerita bagaimana anaknya Witri terkena penyakit Pneumonia dan beliau tidak mengetahuinya karena di anggap hanya menderita sakit batuk pilek karena flu seminggu kemudian baru dibawa ke Rumah sakit dan diagnosa awal adalah tersedak air susu hingga menyebabkan bayi sesak nafas. Gejala pneumonia antara lain demam, batuk, pilek serta anak mengalami sesak nafas juga disertai kesulitan bernafas.
Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika status gizi anak buruk, anak menderita kelainan bawaan, serta penyakitnya terlambat dikenali. Untuk mendiagnosis anak apakah batuk pileknya adalah pneumonia dokter akan menghitung nafas anak, jika frekuensi nafas anak melebihi dari usianya dokter boleh menegakkan diagnosis sebagai pneumonia.
Untuk mendeteksi apakah anak menderita pneumonia dokter juga akan melakukan pemeriksaan Rontgen dada dengan sinar X akan ketahuan jika paru paru terkena pneumonia, tes darah dan tes dahak setelah semuanya positif terkena dokter akan cepat melalukan perawatan hingga sembuh.
Sebagai orang tua perlunya mewaspadai jika anak mengalami batuk pilek disertai sesak nafas dan kondisi anak terus melemah, lihat masa inkubasinya, batuk pilek karena flu biasanya membaik akan sembuh dalam waktu lima hari tapi kalau pneumonia biasanya batuk pilek disertai lemas, muntah dengan nafas yang cepat.
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian pada anak tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit ini menjadi pemicu 16% kematian anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Pada tahun 2015, terdapat lebih dari 900.000 anak-anak yang meninggal akibat pneumonia. Di Indonesia sendiri, lebih dari 500.000 balita menderita pneumonia dan telah merenggut hampir 2.000 jiwa balita pada tahun 2017.
Tapi sebenarnya pneumonia juga bisa dicegah loh kan ada pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah pneumonia :
- Pemberian Asi ekslusif untuk bayi yang baru lahir Air susu ibu sangat penting untuk daya tahan tubuh yang diperlukan untuk menangkal berbagai macam penyakit termasuk pneumonia.
- Ventilasi rumah yang baik sehingga kuman penyebab infeksi tidak berkembang didalam rumah
- Selalu menjaga kebersihan agar terhindar dari penyebaran virus seperti sering mencuci tangan dengan sabun agar kuman mati.
- Minum air bersih dan matang serta sanitasi yang baik
Gizi yang cukup dan seimbang - Melakukan imunisasi secara lengkap agar tubuh mendapat kekebalan.
Tapi jika sudah terlanjur terkena penyakit pneumonia dianjurkan untuk cepat berobat ke Rumah sakit terdekat untuk mengobatinya agar terhindar dari kematian karena pada pneumonia yang berat bisa mengakibatkan kematian.
Pengobatan pneumonia bertujuan untuk menyembuhkan infeksi yang terjadi, serta mencegah komplikasi yang ditimbulkan.
Pneumonia bisa menjangkiti siapa saja selain anak anak orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini.
Pengobatan dilakukan sesuai penyebab serta tingkat keparahan yang dialami. Untuk pneumonia ringan, pasien akan diberi obat pereda rasa nyeri dan antibiotik yang tepat untuk mengobati. Dan sangat dianjurkan untuk beristirahat yang banyak agar bisa cepat pulih kembali.
Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah yayasan yang sangat perduli dengan kesehatan anak anak indonesia hingga terus menyuarakan kampaye STOP Pneumonia menggerakkan semua element masyarakat agar anak Indonesia bisa terhindar dari pneumonia sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan bahagia.
Salah satu gerakan yang dilakukan yayasan ini adalah melakukan sosialisasi intensif, yaitu dengan pemberian “Kelas Ayah” agar ayah bisa berperan dan tahu cara mensosialisasikan cuci tangan dgn benar. Jadi bukan tugas ibu saja untuk mencegah penyakit pneumonia.
Yayasan Sayangi Tunas Cilik juga sangat concern akan kepedulian terhadap kesejahteraan anak anak penyamdang Disabilitas mereka terus berupaya membuat kesejahteraan anak penyandang Disabilitas agar terus bisa maju dan sukses.
Banyak hal yang telah dilakukan Yayasan Tunas Cilik demi kesehatan dan kesejahteraan anak anak di Indonesia.

Salah satunya adalah Bekerja Sama dengan Radio KBR untuk terus menyuarakan kampaye pencegahan pneumonia.
Mencegah pneumonia bisa dengan melakukan pola hidup yang sehat, makan makanan yang sehat dan bergizi selalu berolahraga secara teratur agar daya tahan tubuh kita menjadi kuat jangan lupa hindari rokok karena rokok sangat berbahaya bagi kesehatan paru paru.
Marilah mulai dari sekarang jaga kesehatan kita dan anak anak kita semua agar bisa terhindar dari pneumonia.